Selasa, 10 Januari 2017

Etimologi

Sebuah sampul dari mushaf Al-Qur'an.
Kata qurʼān disebutkan 70 kali dalam Al-Qur'an itu sendiri memiliki arti yang cukup beragam. Arti yang beragam tersebut adalah sebuah kata benda(maṣdar) dari kata kerja bahasa Arabqaraʼa (قرأ), berarti "dia membaca" atau "dia menceritakan". Padanan kata yang tepat dalam bahasa Suriah adalah kata (ܩܪܝܢܐqeryānā, yang merujuk kepada ‘’membaca kitab suci" atau "membaca".[21]
Al-Qur'an menjelaskan bahwa kitab ini adalah sebuah "pembeda" (al-furqān), "buku ibu" (umm al-kitāb), "petunjuk" (huda), "kebijaksanaan" (hikmah), "pengingat" (Dzikr) dan "wahyu" (tanzīl; sesuatu yang diturunkan, menandakan sebuah objek yang diturunkan dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah).[22]Istilah lainnya yakni al-kitāb (Buku), yang juga digunakan dalam bahasa Arab untuk skriptur lain, sepertiTaurat dan Injil, Kata sifat "Quran" memiliki transliterasi yang beragam, termasuk "quranic", "koranic", dan "qur'anic", atau dikapitasisasikan menjadi "Qur'anic", "Koranic", dan "Quranic". Istilah lain dari Al-Qur'an adalah mushaf ('karya tulisan'). Transliterasi "Quran" lainnya termasuk "al-Coran", "Coran", "Kuran", dan "al-Qurʼan".[23]
Konsep pemakaian kata-kata tersebut dapat juga dijumpai pada salah satu surah Al-Qur'an sendiri yakni pada Surah Al-Qiyamah ayat 17 dan 18 yang artinya:
"Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur'an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti bacaannya". (Al-Qiyāmah 75:17-18)[24]

Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Al-Qur'an

Al-Quran

Al-Qur'an
Al-Qur’an
Manuskrip Al-Qur'an di Museum Brooklyn
Informasi
AgamaIslam
BahasaBahasa Arab
Periode609–632
Al-Qur'an (/kɔrˈɑːn/[a] kor-ahnbahasa Arabالقرآن al-Qurʾān,[b]; Alquran [c] secara harfiah berarti "bacaan"; juga diromanisasikan sebagai Qur'an atauKoran) adalah sebuah kitab suci utama dalam agama Islam, yang umat Muslimpercaya bahwa kitab ini diturunkan olehTuhan, (bahasa Arabالله, yakni Allah) kepada Nabi Muhammad S.A.W[5]Kitab ini dikenal luas dan dihormati sebagai sebuah karya seni sastra bahasa Arabterbaik di dunia.[6][7] Kitab ini terbagi kedalam beberapa bab (dalam bahasa Arab disebut “surah”) dan setiap surahnya terbagi kedalam beberapa sajak (‘'ayat).
Al-Qur’an abad ke-11 Afrika Utara diBritish Museum
Al-Qur’an − di Mashhad, Iran – ditulis oleh Ali bin Abi Thalib
Umat Muslim percaya bahwa Al-Qur'an di firmankan langsung oleh Allah kepada Nabi Muhammad S.A.W melaluiMalaikat Jibril,[8][9] berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari atau rata-rata selama 23 tahun, di mulai sejak tanggal 17 Ramadan,[10] saat Nabi Muhammad berumur 40 tahun hingga kematiannya di tahun 632.[5][11][12] Umat Muslim menghormati Al-Qur'an sebagai sebuah mukjizat terbesar Nabi Muhammad, sebagai salah satu tanda dari kenabian,[13] dan merupakan puncak dari seluruh pesan suci (wahyu) yang diturunkan oleh Allah sejak NabiAdam dan diakhiri dengan Nabi Muhammad.[d] Kata "Quran" disebutkan sebanyak 70 kali di dalam Al-Qur'an itu sendiri.[14]
Menurut sejarah beberapa sahabat Nabi Muhammad memiliki tanggung jawab menuliskan kembali wahyu Allah berdasarkan apa yang telah para sahabat hapalkan.[15] Segera setelah Nabi Muhammad wafat, para sahabat segera menyusun dan menuliskan kembali hapalan wahyu mereka. Penyusunan kembali Al-Qur'an ini diprakarsai oleh Khalifah Utsman bin Affan untuk membuat sebuah penyusunan resmi yang disebut susunan Utsman, dengan biasanya mempertimbangkan pola dasar Al-Qur'an saat ini.[15]
Al-Qur’an menjelaskan sendiri bahwa isi dari Al-Qur’an adalah sebuah petunjuk. Terkadang juga dapat berisi cerita mengenai kisah bersejarah, dan menekankan pentingnya moral.[16][17] Al-Qur’an digunakan bersama denganhadits untuk menentukan hukum syari'ah.[18] Saat melaksanakan Salat, Al-Qur’an dibaca hanya dalam bahasa Arab.[19]
Seseorang yang menghapal isi Al-Qur'an disebut Hafiz. Beberapa umat Muslim membacakan Al-Qur’an dengan bernada, dan peraturan, yang disebut tajwid. Saat bulan suci Ramadan, biasanya umat Muslim melengkapi hapalan Al-Qur’an mereka saat melakasanakan salattarawih. Untuk memperkirakan kemungkinan arti lain dalam Al-Qur’an, umat Muslim menggunakan rujukan yang disebut tafsir.[20]

Asal Usul Sejarah Agama Islam

Asal Usul Sejarah Agama Islam Secara Singkat

Masa sebelum kedatangan Islam
Jazirah Arab sebelum kedatangan agama Islam merupakan sebuah kawasan perlintasan perdagangan dalam Jalan Sutera yang menjadikan satu antara Indo Eropa dengan kawasan Asia di timur.
Kebanyakan orang Arab merupakan penyembah berhala dan ada sebagian yang merupakan pengikut agama-agama Kristen dan Yahudi.
Mekkah adalah tempat yang suci bagi bangsa Arab ketika itu, karena di sana terdapat berhala-berhala agama mereka, telaga Zamzam, dan yang terpenting adalah Ka'bah.
Masyarakat ini disebut pula Jahiliyah atau dalam artian lain bodoh.
Bodoh disini bukan dalam intelegensianya namun dalam pemikiran moral.
Warga Quraisy terkenal dengan masyarakat yang suka berpuisi.
Mereka menjadikan puisi sebagai salah satu hiburan disaat berkumpul di tempat-tempat ramai.

Masa Awal
Islam bermula pada tahun 611 ketika wahyu pertama diturunkan kepada rasul yang terakhir yaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira', Arab Saudi.
Muhammad dilahirkan di Mekkah pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (571 masehi).
Ia dilahirkan ditengah-tengah suku Quraish pada zaman jahiliyah, dalam kehidupan suku-suku padang pasir yang suka berperang dan menyembah berhala.
Muhammad dilahirkan dalam keadaan yatim, sebab ayahnya Abdullah wafat ketika ia masih berada di dalam kandungan.

Pada saat usianya masih 6 tahun, ibunya Aminah meninggal dunia.
Sepeninggalan ibunya, Muhammad dibesarkan oleh kakeknya Abdul Muthalib dan dilanjutkan oleh pamannya yaitu Abu Talib.
Muhammad kemudian menikah dengan seorang janda bernama Siti Khadijah dan menjalani kehidupan secara sederhana.
Ketika Muhammad berusia 40 tahun, ia mulai mendapatkan wahyu yang disampaikan Malaikat Jibril, dan sesudahnya selama beberapa waktu mulai mengajarkan ajaran Islam secara tertutup kepada para sahabatnya.
 Setelah tiga tahun menyebarkan Islam secara sembunyi-sembunyi, akhirnya ajaran Islam kemudian juga disampaikan secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekkah, yang mana sebagian menerima dan sebagian lainnya menentangnya.

Pada tahun 622 masehi, Muhammad dan pengikutnya berpindah ke Madinah.
Peristiwa ini disebut Hijrah, dan semenjak peristiwa itulah dasar permulaan perhitungan kalender Islam.
Di Madinah, Muhammad dapat menyatukan orang-orang anshar (kaum muslimin dari Madinah) dan muhajirin (kaum muslimin dari Mekkah), sehingga semakin kuatlah umat Islam.
Dalam setiap peperangan yang dilakukan melawan orang-orang kafir, umat Islam selalu mendapatkan kemenangan.
Dalam fase awal ini, tak terhindarkan terjadinya perang antara Mekkah dan Madinah.

Keunggulan diplomasi nabi Muhammad SAW pada saat perjanjian Hudaibiyah, menyebabkan umat Islam memasuki fase yang sangat menentukan.
Banyak penduduk Mekkah yang sebelumnya menjadi musuh kemudian berbalik memeluk Islam, sehingga ketika penaklukan kota Mekkah oleh umat Islam tidak terjadi pertumpahan darah.
Ketika Muhammad wafat, hampir seluruh Jazirah Arab telah memeluk agama Islam.

Khalifah Rasyidin
Khalifah Rasyidin atau Khulafaur Rasyidin memilki arti pemimpin yang baik diawali dengan kepemimpinan Abu Bakar, dan dilanjutkan oleh kepemimpinan Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib.
 Pada masa ini umat Islam mencapai kestabilan politik dan ekonomi.
Abu Bakar memperkuat dasar-dasar kenegaraan umat Islam dan mengatasi pemberontakan beberapa suku-suku Arab yang terjadi setelah meninggalnya Muhammad.
Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib berhasil memimpin balatentara dan kaum Muslimin pada umumnya untuk mendakwahkan Islam, terutama ke Syam, Mesir, dan Irak.
Dengan takluknya negeri-negeri tersebut, banyak harta rampasan perang dan wilayah kekuasaan yang dapat diraih oleh umat Islam.

Masa kekhalifahan selanjutnya
Setelah periode Khalifah Rasyidin, kepemimpinan umat Islam berganti dari tangan ke tangan dengan pemimpinnya yang juga disebut "khalifah", atau kadang-kadang "amirul mukminin", "sultan", dan sebagainya.
Pada periode ini khalifah tidak lagi ditentukan berdasarkan orang yang terbaik di kalangan umat Islam, melainkan secara turun-temurun dalam satu dinasti (bahasa Arab: bani) sehingga banyak yang menyamakannya dengan kerajaan; misalnya kekhalifahan Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, hingga Bani Utsmaniyyah.

Besarnya kekuasaan kekhalifahan Islam telah menjadikannya salah satu kekuatan politik yang terkuat dan terbesar di dunia pada saat itu.
Timbulnya tempat-tempat pembelajaran ilmu-ilmu agama, filsafat, sains, dan tata bahasa Arab di berbagai wilayah dunia Islam telah mewujudkan satu kontinuitas kebudayaan Islam yang agung.
Banyak ahli-ahli ilmu pengetahuan bermunculan dari berbagai negeri-negeri Islam, terutamanya pada zaman keemasan Islam sekitar abad ke-7 sampai abad ke-13 masehi.

Luasnya wilayah penyebaran agama Islam dan terpecahnya kekuasaan kekhalifahan yang sudah dimulai sejak abad ke-8, menyebabkan munculnya berbagai otoritas-otoritas kekuasaan terpisah yang berbentuk
"kesultanan"; misalnya Kesultanan Safawi, Kesultanan Turki Seljuk, Kesultanan Mughal, Kesultanan Samudera Pasai dan Kesultanan Malaka, yang telah menjadi kesultanan-kesultanan yang memiliki kekuasaan yang kuat dan terkenal di dunia.
Meskipun memiliki kekuasaan terpisah, kesultanan-kesultanan tersebut secara nominal masih menghormati dan menganggap diri mereka bagian dari kekhalifahan Islam.

Pada kurun ke-18 dan ke-19 masehi, banyak kawasan-kawasan Islam jatuh ke tangan penjajah Eropa.
Kesultanan Utsmaniyyah (Kerajaan Ottoman) yang secara nominal dianggap sebagai kekhalifahan Islam terakhir, akhirnya tumbang selepas Perang Dunia I.
Kerajaan ottoman pada saat itu dipimpin oleh Sultan Muhammad V.
Karena dianggap kurang tegas oleh kaum pemuda Turki yang di pimpin oleh mustafa kemal pasha atau kemal attaturk, sistem kerajaan dirombak dan diganti menjadi republik.


Kepercayaan

Kepercayaan dasar Islam dapat ditemukan pada dua kalimah shahādatāin ("dua kalimat persaksian"),
yaitu "Laa ilaha illallah, Muhammadar Rasulullah" — yang berarti "Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah".

 Adapun bila seseorang meyakini dan kemudian mengucapkan dua kalimat persaksian ini, berarti ia sudah dapat dianggap sebagai seorang Muslim atau mualaf (orang yang baru masuk Islam dari kepercayaan lamanya).
Kaum Muslim percaya bahwa Allah mewahyukan al-Qur'an kepada Muhammad sebagai Khataman Nabiyyin (Penutup Para Nabi) dan menganggap bahwa al-Qur'an dan Sunnah (setiap perkataan dan perbuatan Muhammad) sebagai sumber fundamental Islam.

 Mereka tidak menganggap Muhammad sebagai pengasas agama baru, melainkan sebagai pembaharu dari keimanan monoteistik dari Ibrahim, Musa, Isa, dan nabi lainnya.
Tradisi Islam menegaskan bahwa agama Yahudi dan Kristen telah membelokkan wahyu yang Tuhan berikan kepada nabi-nabi ini dengan mengubah teks atau memperkenalkan intepretasi palsu, ataupun kedua-duanya.
Umat Islam juga meyakini al-Qur'an sebagai kitab suci dan pedoman hidup mereka yang disampaikan oleh Allah kepada Muhammad.
melalui perantara Malaikat Jibril yang sempurna dan tidak ada keraguan di dalamnya (Al-Baqarah [2]:2).

Allah juga telah berjanji akan menjaga keotentikan al-Qur'an hingga akhir zaman dalam suatu ayat.
Adapun sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur'an, umat Islam juga diwajibkan untuk mengimani kitab suci dan firman-Nya yang diturunkan sebelum al-Qur'an (Zabur, Taurat, Injil dan suhuf para nabi-nabi yang lain) melalui nabi dan rasul terdahulu adalah benar adanya.
Umat Islam juga percaya bahwa selain al-Qur'an, seluruh firman Allah terdahulu telah mengalami perubahan oleh manusia.
Mengacu pada kalimat di atas, maka umat Islam meyakini bahwa al-Qur'an adalah satu-satunya kitab Allah yang benar-benar asli dan sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.

Umat Islam juga meyakini bahwa agama yang dianut oleh seluruh nabi dan rasul utusan Allah sejak masa Adam adalah agama tauhid, dengan demikian tentu saja Ibrahim juga menganut ketauhidan secara hanif (murni imannya) maka menjadikannya seorang muslim.
 Pandangan ini meletakkan Islam bersama agama Yahudi dan Kristen dalam rumpun agama yang mempercayai Nabi Ibrahim as.
Di dalam al-Qur'an, penganut Yahudi dan Kristen sering disebut sebagai Ahli Kitab atau Ahlul Kitab.

Hampir semua Muslim tergolong dalam salah satu dari dua mazhab terbesar, Sunni (85%) dan Syiah (15%).
Perpecahan terjadi setelah abad ke-7 yang mengikut pada ketidaksetujuan atas kepemimpinan politik dan keagamaan dari komunitas Islam ketika itu.
Islam adalah agama pradominan sepanjang Timur Tengah, juga di sebagian besar Afrika dan Asia.
Komunitas besar juga ditemui di Cina, Semenanjung Balkan di Eropa Timur dan Rusia.
Terdapat juga sebagian besar komunitas imigran Muslim di bagian lain dunia, seperti Eropa Barat.
Sekitar 20% Muslim tinggal di negara-negara Arab, 30% di subbenua India dan 15.6% di Indonesia, negara Muslim terbesar berdasar populasi.

Negara dengan mayoritas pemeluk Islam Sunni adalah Indonesia, Arab Saudi, dan Pakistan sedangkan negara dengan mayoritas Islam Syi'ah adalah Iran dan Irak.
Doktrin antara Sunni dan Syi'ah berbeda pada masalah imamah (kepemimpinan) dan peletakan Ahlul Bait (keluarga keturunan Muhammad).
Namun secara umum, baik Sunni maupun Syi'ah percaya pada rukun Islam dan rukun iman walaupun dengan terminologi yang berbeda.

Saat ini diperkirakan terdapat antara 1.250 juta hingga 1,4 milyar umat Muslim yang tersebar di seluruh dunia.
Dari jumlah tersebut sekitar 18% hidup di negara-negara Arab, 20% di Afrika, 20% di Asia Tenggara, 30% di Asia Selatan yakni Pakistan, India dan Bangladesh.
Populasi Muslim terbesar dalam satu negara dapat dijumpai di Indonesia.
Populasi Muslim juga dapat ditemukan dalam jumlah yang signifikan di Republik Rakyat Cina, Amerika Serikat, Eropa, Asia Tengah, dan Rusia.

Pertumbuhan Muslim sendiri diyakini mencapai 2,9% per tahun, sementara pertumbuhan penduduk dunia hanya mencapai 2,3%.
Besaran ini menjadikan Islam sebagai agama dengan pertumbuhan pemeluk yang tergolong cepat di dunia.
 Beberapa pendapat menghubungkan pertumbuhan ini dengan tingginya angka kelahiran di banyak negara Islam (enam dari sepuluh negara di dunia dengan angka kelahiran tertinggi di dunia adalah negara dengan mayoritas Muslim
Namun belum lama ini, sebuah studi demografi telah menyatakan bahwa angka kelahiran negara Muslim menurun hingga ke tingkat negara Barat.

Kesimpulan :
Islam Adalah Agama Terakhir sebagai Penyempurnaan.
Mempunyai Nabi Terakhir Yaitu : Nabi Muhammad SAW.
Kitab Suci :Al QUran
Rumah ibadat umat Muslim disebut masjid atau mesjid.
Ibadah yang biasa dilakukan di Masjid antara lain salat berjama'ah, ceramah agama, perayaan hari besar, diskusi agama, belajar mengaji (membaca Al-Qur'an) dan lain sebagainya.


Sumber: http://asal-usul-motivasi.blogspot.co.id/2010/10/asal-usul-sejarah-agama-islam-secara.html?m=1

Pengertian Islam Terpadu

     Islam adalah sebuah agama yang diturunkan Alloh kepada Nabi Muhammad Salallohu Alaihi Wa Sallam sebagai nabi dan rosul paling akhir untuk menjadi petunjuk atau pedoman hidup bagi seluruh manusia sampai akhir zaman.
Secara harfiah, Islam memiliki arti damai, tunduk, selamat dan bersih. Kata islam sendiri terbentuk dari tiga huruf, yaitu S (sin), L (lam) dan M (mim) yang mempunyai makna dasar “Selamat” (Salama).

Pengertian Islam menurut bahasa dan istilah

Islam memiliki arti bahasa, asal kata islam dari aslama yang berakar dari kata salama, ini termasuk dalam bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama.

Islam dari kata ‘Salm‘ yang memiliki arti damai

pengertian agama islam
kaltim.tribunnews.com
Alloh telah berfirman dalam Al Qur’an yang berbunyi:
“DAN APABILA MEREKA MENDEKAT KEPADA PERDAMAIAN, MAKA DEKATLAH KEPADANYA DAN BERTAWAKALLAH KEPADA ALLOH. SUNGGUH, IALAH YANG MAHA MENDENGAR LAGI MAHA TAHU.” (QS. 8 : 61)
Arti ‘salm’ diatas mempunyai arti damai atau perdamaian dan termasuk salah satu arti/makna dan ciri khas dari Islam, yakni Islam termasuk agama yang selalu membawa umatnya kedalam perdamaian. Alloh telah berfirman dalam Al Qur’an yang berbunyi:
“DAN APABILA TERDAPAT DUA GOLONGAN DARI KAUM MU’MIN YANG BERPERANG, MAKA DAMAIKANLAH DIANTARA KEDUANYA. APABILA DIANTARA KEDUA GOLONGAN TERSEBUT MELAKUKAN ANIAYA TERHADAP GOLANGAN YANG LAINNYA, MAKA PERANGILAH GOLONGAN YANG BERBUAT ANIAYA TERSEBUT, HINGGA GOLONGAN TERSEBUT MAU KEMBALI KEPADA PERINTAH ALLOH, APABILA TELAH KEMBALI KEPADA PERINTAH ALLOH, MAKA DAMAIKANLAH KEDUANYA DENGAN ADIL DAN BERLAKULAH ADIL. SUNGGUH ALLOH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BERLAKU ADIL.” (QS. 49 : 9)
Dalam Islam diperbolehkan kaumnya untuk berperang apabila mereka diperangi terlebih dulu oleh musuh-musuhnya. Hal ini sebagai bukti yang nyata bahwa di dalam Islam sangat menjunjung tinggi perdamaian. Alloh telah berfirman dalam Al Qur’an yang berbunyi sebagai berikut:
“TELAH DIIZINKAN (BERPERANG) BAGI ORANG-ORANG YANG DIPERANGI, KARENA SUNGGUH MEREKA TELAH DIANIAYA. DAN SESUNGGUHNYA ALLOH BENAR-BENAR MAHA KUASA UNTUK MENOLONG MEREKA.” (QS. 22 : 39)

Islam dari kata ‘Aslama’ yang berarti menyerah

pengertian agama islam berserah
www.sayangi.com
Dalam hal ini menandakan bahwa umat Islam termasuk seseorang yang ikhlas menyerahkan dan menggantungkan jiwa serta raganya hanya kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. maksud dari penyerahan jiwa dan raga ini berarti melaksanakan terhadap apa yang diperintahkan Alloh dan menjauhi segala larangan-Nya.
Alloh telah berfirman dalam Al Qur’an yang berbunyi:
“DAN SIAPAKAH YANG LEBIH BAIK AGAMANYA DARI PADA ORANG YANG IKHLAS MENYERAHKAN DIRINYA KEPADA ALLOH, SEDANGKAN DIAPUN MELAKUKAN KEBAIKAN, DAN IA MENGIKUTI AGAMA IBRAHIM YANG LURUS? DAN ALLOH MENGAMBIL IBRAHIM MENJADI KESAYANGAN-NYA.” (QS. 4 : 125)
Alloh telah menyeru kepada umat muslim untuk menyerahkan seluruh jiwa dan raga  kepada-Nya. Alloh telah berfirman dalam sebuah ayat yang berbunyi:
“KATAKANLAH: SESUNGGUHNYA SHOLATKU, IBADAHKU, HIDUPKU DAN MATIKU HANYALAH UNTUK ALLOH, TUHAN SEMESTA ALAM.”(QS. 6 : 162)
Demikian karena sesungguhnya apabila direnungkan, bahwa semua makhluk Alloh baik yang di bumi maupun yang di langit, mereka semua memasrahkan diri kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dengan selalu mengikuti Sunnatullah-Nya. Alloh telah berfirman yang berbunyi:
“MAKA APAKAH AKAN MENCARI AGAMA LAI SELAIN AGAMA ALLOH, PADAHAL HANYA KEPADA-NYA LAH TEMPAT BERSERAH YANG ADA DI LANGIT DAN DI BUMI, BAIK DALAM KEADAAN SUKA MAUPUN TERPAKSA DAN HANYA KEPADA ALLOHLAH MEREKA KEMBALI.” (QS 3:83)
Maka dari itu hendaklah seorang muslim menyerahkan diri kepada aturan agama Islam dan juga kehendak Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, insya’alloh dengan demikian hati akan menjadi tenteram, tenang dan damai.

Islam dari kata ‘Istaslama‘- Mustaslimun (Penyerahan total kepada Alloh)

pengertian agama islam pasrah
sayyidahqurani.wordpress.com
Alloh telah berfirman di dalam Al Qur’an yang berbunyi:
“BAHKAN, PADA HARI ITU MEREKA MENYERAHKAN DIRI.” (QS. 37:26)
Sebetulnya makna ini sebagai penguat yang diatas yakni sebagai umat muslim dianjurkan untuk benar-benar menyerahkan seluruh raga dan jiwa serta semua harta yang kita miliki hanyalah kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
Bentuk-bentuk penyerahan diri kepada Alloh meliputi pemikiran, gerak gerik, pekerjaan, tingkah laku, kebahagiaan, kesenangan, kesedihan, kesuksesan dan lain sebagainya. Semuanya itu dikerjakan hanya karena Alloh serta menggunakan manhaj Alloh.
Alloh telah berfirman di dalam Al Qur’an yang berbuyi:
“WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, MASUKLAH KAMU DALAM AGAMA ISLAM SECARA KESELURUHAN, DAN JANGNLAH KAMU MENGIKUTI LANGKAH-LANGKAH SYAITON. SUNGUHH SYAITAN ADALAH MUSUH YANG NYATA BAGIMU.” (QS 2:208)

Islam dari kata ‘Saliim‘ (Bersih atau suci)

ian jiwa
yusufmuhamad12.blogspot.com
Dalam hal ini telah dijelaskan dalam Al Qur’an, Alloh berfirman yang berbunyi:
“KECUALI ORANG-ORANG YANG MENGHADAP ALLOH DENGAN HATI YANG BERSIH” (QS. 26 : 89)
Di dalam ayat lain Alloh juga berfirman yang artinya:
“(INGATLAH) KETIKA IA DATANG KEPADA TUHANNYA DENGAN HATI YANG SUCI” (QS. 37: 84)
Ini berarti bahwa agama Islam adalah agama yang bersih dan suci dan mampu menjadikan bersih dan suci terhadap jiwa bagi pemeluknya, selain itu juga akan mengantarkan kepada kebahagiaan yang hakiki, baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
Pada hakikatnya Alloh mensyariatkkan agama Islam untuk membersihkan dan mensucikan jiwa manusia.
Alloh telah berfirman di dalam Al Qur’an yang berbunyi:
“SESUNGGGUHNYA ALLOH TIDAK MENGHENDAKI DARI ADANYA SYARIAT ISLAM, KARENA ITU HENDAK MENYULITKAN KAMU, TAPI SUNGUH IA BERKEINGINAN UNTUK MEMBERSIHKKAN KAMU DAN MENYEMPURNAKAN NI’MAT-NYA BAGIMU AGAR KAMU BERSYUKUR.” (QS. 5 : 6)

Islam dari kata ‘Salam‘ yang memiliki arti selamat dan sejahtera

pengertian agama islam kesejahteraan
www.rajatourbandung.com
Alloh telah berfirman di dalam Al Qur’an yang berbunyi:
“SEMOGA KESELAMATAN DILIMPAHKAN KEPADAMU, AKU AKAN MEMINTA AMPUN BAGIMU KEPADA TUHANKU. SESUNGGUHNYA IA SANGATLAH BAIK KEPADAKU.”
Hal ini memiliki makna bahwa agama Islam selalu membawa umat manusia kepada keselamatan dan kesejahteraan. Sedangkan pengertian Islam dalam istilahnya adalah kepatuhan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang diturunkan kepada para Rosul dan Nabi, khususnya Muhammad Salallohu’alaihi Wa Sallam sebagai pedoman atau landasan hidup dan juga sebagai hukum/aturan Alloh yang dapat membina seluruh manusia ke jalan yang lurus menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Poin-poin penting beserta dalilnya dalam Al Qur’an

  • Islam sebagai wahyu Ilahi
“DAN TIADALAH YANG DIUCAPKANNYA ITU (AL QUR’AN) MENURUT KEMAUAN HAWA NAFSUNYA. UCAPANNYA ITU TIDAK LAIN HANYALAH WAHYU YANG DI WAHYUKAN (KEPADANYA).” (QS. 53 3:4)
  • Diturunkan kepada Nabi dan Rosul
KATAKANLAH: “KAMI BERIMAN KEPADA ALLOH DAN KEPADA APA YANG DITURUNKAN KEPADA KAMI DAN YANG DITURUNKAN KEPADA IBRAHIM, ISMA’IL, ISHAQ, YA’QUB DAN ANAK-ANAKNYA DAN APA YANG DIBERIKAN KEPADA MUSA, ISA DAN PARA NABI DARI TUHAN MEREKA. KAMI TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN SEORANGPUN DIANTARA MEREKA DAN HANYA KEPADA-NYA LAH KAMI MENYERAHKAN DIRI.” (QS. 3 : 84)
  • Sebagai pedoman hidup
“AL QUR’AN INI ADALAH PEDOMAN BAGI MANUSIA, PETUNJUK DAN RAHMAT BAGI KAUM YANG MEYAKINI.” (QS. 45 : 20)
  • Mencakup hukum-hukum Alloh dalam Al Qur’an dan sunnah Rosululloh
“DAN HENDAKLAH KAMU MEMUTUSKAN PERKARA DI ANTARA MEREKA MENURUT APA YANG TELAH DITURUNKAN OLEH ALLAH, DAN JANGANLAH KAMU MENURUTI HAWA NAFSU MEREKA. DAN BERHATI-HATILAH KAMU TERHADAP MEREKA, SUPAYA MEREKA TIDAK MEMALINGKAN KAMU DARI SEBAHAGIAN APA YANG TELAH DITURUNKAN ALLAH KEPADAMU. JIKA MEREKA BERPALING (DARI HUKUM YANG TELAH DITURUNKAN ALLAH), MAKA KETAHUILAH BAHWA SESUNGGUHNYA ALLAH MENGHENDAKI AKAN MENIMPAKAN MUSIBAH KEPADA MEREKA DISEBABKAN SEBAHAGIAN DOSA-DOSA MEREKA. DAN SESUNGGUHNYA KEBANYAKAN MANUSIA ADALAH ORANG-ORANG YANG FASIK. APAKAH HUKUM JAHILIYAH YANG MEREKA KEHENDAKI, DAN (HUKUM) SIAPAKAH YANG LEBIH BAIK DARIPADA (HUKUM) ALLAH BAGI ORANG-ORANG YANG YAKIN?”
  • Membimbing manusia ke jalan yang lurus
“DAN BAHWA APA YANG KAMI PERINTAHKAN INI ADALAH JALAN-KU YANG LURUS, MAKA IKUTILAH DIA DAN JANGANLAH KAMU MENGIKUTI JALAN-JALAN (YANG LAIN), KARENA JALAN-JALAN ITU MENCERAI-BERAIKAN KAMU DARI JALAN-NYA. YANG DEMIKIAN ITU DIPERINTAHKAN ALLAH KEPADAMU AGAR KAMU BERTAKWA.” (QS. 6 : 153)
  • Menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat
“BARANG SIAPA YANG MENJALANKAN AMAL SALEH, BAIK LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN DALAM KEADAAN BERIMAN, MAKA SESUNGGUHNYA AKAN KAMI BERIKAN KEPADANYA KEHIDUPAN YANG BAIK DAN SESUNGGUHNYA AKAN KAMI BERI BALASAN KEPADA MEREKA DENGAN PAHALA YANG LEBIH BAIK DARI APA YANG TELAH MEREKA KERJAKAN.” (QS. 16 : 97)

Sumber: http://www.tandapagar.com/pengertian-agama-islam/